Master Agen Bola – Vietnam Benar-benar Tahu Cara Memperlakukan lawannya

Sepakbola tak lagi sepadan pertunjukkan & aksi pada lapangan hijau. Lebih dr itu, sepakbola seringkali menjadi pencerahan. Sepakbola menyampaikan aku pada sebuah negeri baru, Vietnam. Piala AFF 2014 yang jadi pijakannya.test1

Bisa mengiringi perjuangan klub nasional Indonesia secara langsung dalam negeri tetangga ialah suatu kehormatan. Dr sana pulalah terhampar kesempatan untuk meregangkan wawasan. Dalam negeri orang, kita dapat menengok secara langsung situasi sosial, memahaminya, segera menjadikannya tolok ukur terhadap tanah air kita.

Sebab hadir dengan pedoman sepakbola, oleh sebab itu sudah setimbal masalah pertama yg perlu dilakukan yaitu tahu dgn bingkai sepakbola. Serta signifikansi pertama yg muncul kepada Vietnam adalah warganya yang seolah tidak acuh dengan resepsi bola Asia Tenggara itu.

Sehari pra pertarungan antara Vietnam kontra Indonesia melintas, survey kecil-kecilan mengepit saya pada hasil yg agak membingungkan. Lima atas lima orang Vietnam mengindikasikan tidak terlalu hirau dgn timnasnya.

Lebih dari itu gaungnya juga gak terlalu terasa di media-media lokal. Masalah yang wajar begitu berbeda dgn pada Indonesia.

Dalam Indonesia, tak pernah terdapat ampun buat sepakbola. Sejajar peminat, kita sepertinya selalu berlomba-lomba melancipkan kegilaan. Terlepas dr ikatan rasa nasionalisme buat negara, diakui maupun enggak, terdapat darah panas yang meletup-letup di sejumlah masyarakat kita jika bicara tontonan itu. Sementara media berbenturan kebiadaban mengeksploitasi di setiap sisi.

Dr suporter, terus-menerus tersedia kisah-kisah heroik mereka yg menempuh prosesi jauh bagi menolong timnya, pada modal seperlunya juga kenekatan yang sebesar-besarnya. Nonton bareng di mana-mana, penjual seragam diburu ke segala penjuru. Yang paling berasa ialah selalu tersedia optimisme sekalipun tim nasional Indonesia tidak dapat bicara penuh pada level internasional sepanjang kurun sejumlah dekade terakhir.

Dalam Vietnam, kegilaan serupa itu bisa dibilang gak terasa. Faktanya, kadang tak terlihat terdapat tenaga menciptakan suasana ke arah sana. Menyambut pertengkaran pertama timnasnya, sejumlah media Vietnam apalagi tidak dengan menyusup mengupas timnya, mengulas calon-calon lawan, maupun membangkitkan taraf berita soal turnamen ini. Sejumlah sekadar memberi reaksi kecil, lebih dari itu tersedia yang malahan bergaya condong sarkastis dengan membawa tema pengaturan skor & perjudian yg memang tengah ramai dalam sepakbola Vietnam dan mengaitkannya dgn Piala AFF.

Tapi di dalam prosesnya, fakta-fakta tersebut segelintir gugur dengan sendirinya tempo hari pertentangan sampai. Vietnam ternyata memang bergelora dengan sepakbola. My Dinh Stadium mulanya betul2 hadir sepi, apalagi sampai setengah jam sebelum perkelahian. Tapi lambat-lambat penuh kendatipun beberapa kawasan masih kosong.

Sejauh pertengkaran mereka tak henti-henti meneriakkan yel-yel. Pada satu saat mereka rukun beramai-ramai menyalakan ponsel & mengangkatnya ke udara, membentuk satu pengamatan yang menarik.

Menariknya, sekalipun menampakkan fanatisme sedemikian rupa pada stadion, pendukung Vietnam juga betul-betul tahu tips memperlakukan lawannya. Misal, ketika lagu Indonesia Raya hendak dikumandangkan, mereka menyambutnya dgn tepuk tangan juga sepanjang lagu diputar mereka betul-betul memberikan ruang bagi Indonesia. Tak terdapat siulan, “huu”, atau pun tindakan-tindakan lain yg sifatnya melecehkan. Begitu juga tatkala lagu selesai, dengan penuh takzim mereka bertepuk tangan. Sejumlah perbuatan positif lain pula ditunjukkan para suporter Vietnam. Semacam tatkala sang kiper melakukan blunder yang menggagalkan keunggulan pada menit ke-84. Sempat tampak rasa kaget, namun demikian mereka segera bertepuk tangan bagi mengobarkan si pemain.

Prediksi skor bola – Vietnam Tidak Lawan yg Mustahil untuk Ditaklukkan

Piala AFF 2014 acap menggelinding. Siap atau pun tdk bukan lagi opsi sebab kompetisi telah di depan mata. Pernyataan Alfred Riedl bahwa tim yg dia asuh mendapati masa persiapan yg begitu buruk tidak relevan lagi dalam dibahas. Tak ada waktu untuk mengeluh sebab, toh, rencana tim itu setidaknya jauh bertambah bagus ketimbang team AFF 2012 yg lalu.test1

Turnamen terbesar antarnegara Asia Tenggara ini sayangnya betul-betul enggak terpuji untuk Indonesia. Tim Garuda sampai waktu ini belum sekali kendati merasakan gelar juara. Kita tertinggal dr Thailand, Singapura, Malaysia & Vietnam di medan mulia ini. Kita benar-benar terbaik, namun terhebat dalam pengumpul status runner-up, sebanyak empat periode.

Untuk Piala AFF 2014, Indonesia makin diuntungkan oleh undian pengelompokkan putaran grup. Terpadu di grup A bersama Vietnam, Filipina, juga Laos membuat sasaran buat minimal berada pada peringkat ke-2 atau luput pada semifinal terbuka. Caranya pada mencuri poin pada pertandingan perintis mengelakkan Vietnam juga meruntuhkan dua nama terakhir.

Riedl pula realistis terhadap timnya dengan mendaratkan kredit khusus terhadap tuan rumah Vietnam. Menurutnya pemain yg sempat mengambil juara ini yakni yang terkuat di grupnya. Masalahnya adalah Vietnam kudu mereka hadapi di dalam perkelahian perintis bermodalkan rancangan yang mendesak.

Padatnya jadwal Liga Indonesia menciptakan semua penggawa skuad baru bergabung secara lengkap dua minggu terakhir. Dalam fase ini sang arsitek pula masih harus sibuk melakukan pilihan pemain. Bermodalkan 2 uji coba menentang Timor Leste dan Suriah, Riedl mengerucutkan 35 nama memerankan 22 + 1 kiper cadangan selevel dengan aturan jumlah pemain.

Sekalipun penuh melaksanakan rombak pasang pemain karena seleksi tadi, namun, uraian 11 pemain unggul yang menjadi team terpenting sudah mulai tampak. Persaingan sesak hanya berlangsung pada lini tengah, Riedl miliki besar stok pemain dgn model berbeda bahkan di daerah 2 sumbu ganda. Pernyataan sapa yg tampil di dalam pos ini hendak ditentukan strategi apa yg diterapkan sama Riedl.

Gaya Bermain Vietnam

Vietnam memiliki gerakan bermain yang meledak-ledak dengan memercayakan kelincahan. Hampir setara dgn gaya club U-19 mereka. Segala pemain akan aktif merebut bola selekasnya mungkin bila serangan tidak berhasil guna lantas kembali berbuat hantaman balik tangkas. Tontonan bagaikan ini dapat saja gawat jika Indonesia gagal melaksanakan prediksi ataupun lebih dari itu ikut larut dengan gaya itu.

Tempo menggulung Malaysia dengan skor 3-1 di ujicoba terakhir, Vietnam sesungguhnya tertinggal makin dulu. Lini defensi “Si Merah” bukan tembok masif yang runyam ditembus. Malaysia pula dapat mengembat penuh kesempatan walau berperan tandang. Transisi dari menyerang ke bertahan juga enggak berjalan dengan bagus. Satu keuntungan mereka ialah mampu membentuk tontonan atas belakang juga lihai guna mengelola penguasaan bola.

Garis defensi tinggi yg diterapkan si pendidik Toshiya Miura di dalam kuasa melakukan pressing lawan juga mampu digunakan. Persis semacam yg dijalani sama Palestina tatkala merintis uji coba awal November silam. Beberapa peluang tergolong dua atas 3 gol (skor 1-3) yg disarangkan terjadi melalui bola berjarak mendayagunakan kebolehan offside yg tidak berhasil.

Tapi bagi barisan lini serang Vietnam sungguh tidak sama, soalnya bergerak semakin lepas & cenderung runyam guna ditebak. Satu saja kekhilafan paling utama pada menyembunyikan area penjagaan sayap bisa sebagai petaka.

Tips kerja bagian Vietnam yang terus menerus memengaruhi lari itu membuat Miura harus mengorbankan ke-2 fullback. Sebab apabila memaksa 90 menit bagi keluar-masuk menyergap sekalian bertahan hendak memproduksi tenaga terkuras habis. Utk itu mereka bertambah kerap menjauhi 4 bek pada belakang berdasarkan sejajar meski sedang menyerang.

Agen betting bola – Visi untuk mencari sumber rezeki.

Liga sepakbola pada Myanmar start menyibakkan perbaikan di sejumlah tahun belakangan. Tidak heran apabila team nasional U-19 mereka belakangan mencuat maupun nantinya tim superior bermain rupawan tatkala Piala AFF 2014. Pertarungan sepakbola di ‘Negeri Tanah Emas’ itu memanglah sedang berbenah.test1

Tahun 1996 tercatat jadi awal dimulainya liga sepakbola di Myanmar. Namanya Myanmar Premier League (MPL). Liga ini beredar selama 13 tahun datang kemudian berakhir di dalam tahun 2009.

Menuakan kondisi politik Myanmar kala ini, oleh karena itu klub-klub anggota liga pun pula tidak kru sembarangan. Semenjak tahun 1962 hingga 2011, Myanmar terselip untuk pasungan penguasa yg otoriter. Yang teramat parah adalah junta militer mulai 1997 sampai 2011. Mengenang situasi itu, sejumlah besar berkandang pada Yangon –ibukota Myanmar sebelum pindah ke Nay Pyi Taw, serta merupakan milik kementerian pemerintah dan cuma beberapa pasukan swasta.

Di periode waktu ini, club nasional Myanmar kendati seakan susah berprestasi. Mereka gak sempat mengambil piala, terlebih di gelanggang regional Asia Tenggara. Rengkuhan terpilih Myanmar hanyalah memerankan semifinalis Piala AFF dalam tahun 2004.

Myanmar National League Menjadi Era Segar

Setelah MPL, tersedia liga terkini pada Myanmar. Liga merembes ke era berpengalaman dengan nama Myanmar National League (MNL). Ketika itu, tahun 2009, menjadi musim pertamanya.

Dalam hamparan pertamanya, MNL diikuti sama delapan skuad anyar. Skuad tersebut ialah club swasta yang berdiri bersama-sama dengan bergulirnya musim mula-mula kasta tertinggi sepakbola negara yg terkenal dgn batu gioknya tersebut.

Sejauh enam musim MNL melintas, 2 klub oleh sebab itu penguasa: Yangon United serta juga Yadanarbon FC. Dua-duanya sama-sama tiga kali berjaya sebagai juara MNL.

Tatkala gelaran Piala Asia U-19 dalam Myanmar di dalam bulan Oktober dahulu, detikSport memiliki peluang bagi menengok salah kandang Yangon United. Kebetulan, klub nasional Indonesia U-19 berlatih di kandang Yangon United, Yangon United Sports Complex.

Tidak bayangkan rumah Yangon United itu adalah stadion megah. Apabila Anda pernah hadir di stadion Surajaya, Lamongan, kandang Persela Lamongan yg berkapasitas 15. 000 orang ini jauh bertambah besar. Kapasitas Yangon United Sports Complex cuma 3. 500 orang.

Lapangan zona Yangon United bersinggungan, disewakan bagi biasa tempo sedang gak dipakai. Sejumlah orang2 ekspatriat bersama warga Myanmar terlihat mencari keringat dengan main sepakbola. “Kami betul-betul lazim menyewa oleh tampil di sini, ” ucap salah seorang ekspatriat dr perseroan telekomunikasi yg sedang membuat jaringan di Yangon.

Gak cuma itu, toko merchandise pun juga ada. Ukurannya tidak besar memang, cuma kurang lebih 6×6 meter. Akan tetapi, barang yg dijajakan benar2 sempurna lengkap. Dr jersey, celana club, kaos kaki, mug, sampai gantungan kunci.

Sponsor pun pula gak ketinggalan. 1 buah perusaahan apparel dr Thailand, Grand Sport, dan pula Asia Green Development Bank (AGD), setia jadi pengasuh mulai team ini tampil tahun 2009 itu.

Satu reputasi pula dikasih sama tiap-tiap warga Yangon tatkala terdapat seseorang yg memakai jersey resmi klub. “Jersey sah Yangon United. Bagus-bagus, ” ucap salah seorang yang memandang detikSport memakai jesey Yangon United dalam satu diantara jalan di sekitar Sule Pagoda.

Lazim apabila klub-klub dalam Myanmar harus kreatif bagi mencari dana guna siap hidup. Omongan dengan seorang sopir taksi, Aung San, sanggup menjawab perbincangan tersebut.

“Di Myanmar, kami tidak mampu berutang, tak ada yang namanya pinjaman. Segenap kudu dibayar dengan uang tunai. Kartu kredit pula gak diizinkan oleh pemerintah, ” ujar pria yang sempat mengembara di Malaysia itu.

Agen sbobet indonesia – Lubang Hitam Arsenal & Manchester United

Bagi memahami Arsene Wenger, kita perlu melihatnya dengan perspektif seorang sopir taksi. Cara menyetirnya bukan yang terbaik oleh sering salah di dalam mengambil ketentuan. Pengetahuan urusan rute jalan pun tdk mutakhir sampai-sampai acap kali ia mesti bertanya terlebih dulu “Mau lewat mana? ” pada penumpang yang malangnya juga berserah diboyong ke mana-mana.test1

Ada kalanya jalan mengemudinya pun acap membahayakan penumpang soalnya lupa kapan harus menginjak rem. Yang ia tahu cuma mengobarkan pedal gas. Guna menjauhi hal-hal yg nggak diinginkan, sopir taksi yang berakal kudu tau bagaimana tips memilih penumpang. Ia kerap lalai mengelola itu dan berpengaruh dalam penumpang yang kabur turun dalam jalan pra membayar argo perjalanan.

Tetapi Wenger merupakan pekerja keras dan, meski dgn segenap kerugian yg tak pernah luput menyertainya, setiap hari ia senantiasa dapat mengasi setoran. Tugas yang diberikan kepadanya gak sempat gagal ia emban. Pihak manajemen taksi tidak terlalu ambil pusing soal keluhan serta keluhan yg disampaikan sebab jalan mengemudi Wenger yg tidak lagi relevan pada masa saat ini. Selama masa nominal bayaran tercapai, mereka tak mempermasalahkan gimana penguasaan sopir mereka di jalan.

Taksi tempat Wenger bekerja gak sempat mengoperasikan objek memenangi pujian perusahaan taksi terbaik. Mereka hanya ingat pada cashflow and balance yang hendak terus ada di dalam pemastian stabil selama apa pun yang diminta selalu bisa dikasih.

Hendak luar biasa runyam untuk mengeluarkan bahwa segalanya yg diminta sama Arsenal pada setiap musimnya makin daripada setara merembes pada Liga Champions. Karena jika tidak, Wenger telah didepak atas jauh-jauh hari. Apa boleh buat, standar yang ditetapkan sama Arsenal cuma segitu & Wenger gak pernah tidak berhasil masuk ke Eropa.

Lupakan The Professor, karena Arsene Wenger yaitu The Chauffeur.

Tadinya saya hendak menyelipkan Wenger adalah The Taxi Driver, namun saya takut Robert De Niro bakal tersinggung. Tak laksana Wenger, Travis Bickle tak puas dengan mediokritas.

Serupa film blockbuster tahun ini, Interstellar hampir tidak punya motif antagonis kecuali Dr. Mann yg diperankan sama Matt Damon. Momen Cooper serta Amelia selagi berdebat sengit di planet mana mereka hendak memapah Endurance guna berlabuh selanjutnya, Cooper beralasan kalau Planet Mann merupakan lokasi yang harus mereka tuju sebab menyampaikan tanda-tanda data yg lebih menjanjikan dibanding dengan Planet Edmunds, teritori opsi Amelia

Mereka berdua pun memapah Endurance ke Satelit Mann hanya bagi mewujudkan bahwa selama ini Dr. Mann mengirimkan pemberitahuan palsu & kemungkinan kosong akan halnya masa depan umat manusia, semata supaya dirinya sanggup terselamatkan.

Belum siap disebut bahwa laporan yg hadir Manchester United sekitar ini ialah informasi palsu, namun mereka sudah hampir separuh musim berada di Planet Louis & mineral pembentuk prestasi yg tadinya mereka pikir akan diberikan sambil Van Gaal belum juga hadir.

Setara seperti Cooper & Amelia yang berhajat bahwa mereka hendak menemukan satelit baru yg sederajat pada bumi untuk ditinggali, United pula tadinya mengira jika mereka udah mendapatkan seseorang yang bakal mengeloskan sesuatu yang identik dgn era Sir Alex Ferguson. Apa boleh buat, ekspektasi yaitu asal mula dari kekecewaan. Tidak sedikit fans United yang mengira bahwa, The Red Devils hendak seketika kembali jadi kader juara Premier League. Namun, yang terjadi, berdasar pada statistik lebih dari itu saat ini Louis van Gaal tidak lebih baik atas David Moyes musim sebelumnya.

Prediksi judi bola – Jalan Panjang dalam David Moyes

Jalan paling lama yang sanggup ditempuh seseorang bisa menjadi bukanlah jalan pulang pergi ke rumah yang dirindukan ataupun jalan pergi ke mimpi yang diidam-idamkan. Bisa jadi jalan dalam memulihkan nama dari jejuluk buruk bertambah panjang serta melelahkan.test1

Awalnya, David Moyes yaitu pelatih yg lumayan bagus. Tidak luar biasa, akan tetapi cukup rupawan. Moyes dapat tampil belum pernah memiliki trofi 1 kendati, tetapi 11 tahun mengurus Everton yakni kritik yg sepadan. Terdapat penilaian kalau Moyes sanggup memelihara kesetimbangan 1 buah pasukan, kendati pun itu cuma berperang di papan tengah selama lebih daripada satu dekade.

Kestabilan itu jugalah yang jadi alasan Manchester United menunjuknya jadi manajer anyar di dalam 2013. Terbiasa ditangani satu manajer selama masa lebih daripada 2 dekade memproduksi United meluluskan Moyes komitmen enam tahun. Mereka berharap Moyes bisa membikin suatu team baru lewat satu buah proses. Namun, begitu seleret kinerja kurang menggembirakan didapat sama United, nggak ada lagi yg namanya reaksi.

Perolehan di lapangan siap jadi sedikit ditolerir misal aja tontonan United menjanjikan. Akan tetapi, sudah meraih impak kurang yahud, pertunjukan United di tangan Moyes juga terbilang monoton. Alih-alih terlaksana team yg bermain menyerang, United sekiranya jadi pasukan yang permainan rigid bin hati-hati.

Daripada enam tahun persepersetujuan yang diterimanya, Moyes hanya bisa melakoni 10 bulan di antaranya. Kepastian United gagal melaju di Liga Champions musim 2014/2015 membuatnya dipecat.

Juni 2014, di bawah langit terang Miami, Moyes muncul dgn setelan santai. Dia lumayan merenung laga silaturahmi Inggris vs Ekuador tatkala itu serta hidup terlihat baik-baik saja buatnya.

Begitu dia didepak atas United 2 bulan sebelumnya, Moyes sinambung memutuskan utk pergi menjauh. Dia mengangkat sang istri, Pamela, berangkat berlibur jauh ke selatan sampai ke Florida guna menikmati situasi tepi laut. Sesekali, dia pula tampak tampil golf dgn kolega-koleganya. Moyes seakan-akan melewati kehidupan tenang, jauh dr ingar-bingar tekanan selama 10 bulan sebelumnya.

Bahwa Everton sepeninggal dirinya sekiranya menjadi bertambah baik juga pendukung United rela-rela saja dia angkat kaki, menciptakan Moyes menjadi sedikit terbengkalai. Seandainya diingat, dia hendak semakin diidentikkan dalam kegagalan United ketimbang dalam masa 11 tahunnya dalam Everton. Karena nilai setitik pada skuad besar, rusaklah susu sebelanga. Moyes memperoleh stigma negatif & jejuluk “manajer buruk” yg mau gak mau mesti dia hapus.

Masa di mana Moyes tidak bekerja itu gak ubahnya segmen seorang samurai yg baru dipecat tuannya. Untuk keadaan tidak bertuan menyerupai itu, si samurai gak bertuan (ronin) kemudaratan tujuan –dalam masalah itu melayani tuannya– dan, pada kelanjutannya, maksud dr hidupnya.

Diceritakan gimana ke-47 orang2 samurai kehilangan tujuan tempo sang tuan dibunuh. Tujuan mereka setelah itu, pada akhirnya, yakni menggubris dendam si tuan. Saat dendam itu terbayarkan, dan artinya tujuan mereka tercapai, ke-47 ronin tadi hasilnya sama-sama melaksanakan seppuku.

Di dalam cerpen Rashomon yang ditulis sama Ryunosuke Akutagawa, diceritakan apa cara seorang Genin (diterjemahkan ke di bahasa Indonesia serupa Samurai Kelas Bawah) gelisah tidak kepalang. Tak apa-apa, dia baru saja dipecat sama tuannya beberapa hari sebelumnya.

Alih-alih kalang kabut, Genin tadi menyeleksi berteduh di bawah gerbang sebuah kuil seraya termangu melihat memperhatikan. Sembari mengopek-ngopek jerawat dalam mesiu kanannya, si Genin duduk rileks serta memikirkan gimana nasibnya esok hari. Pilihan di benaknya cuma ada satu: diam kemudian mati kelaparan.

Bursa taruhan liga champion – Brendan Rodgers: Football Inteligen atau pun Cuma Beruntung?

Masih ingat surat tempelan yang sering dibawa fan lawan tatkala Manchester United bertanding musim sebelumnya? Dengan foto David Moyes besar-besar, ditulislah frase “Football Genius” di sebelahnya. Sayangnya, ini sama sekali tak pujian bakal eks manajer Everton ini.test1

“Football genius” nama lain jenius sepakbola yang dilekatkan di dalam Moyes lebih adalah sindiran akibat hasil-hasil jelek yg didapat United sepeninggal Sir Alex Ferguson. Runtuhnya gapaian Red Devils pada bawah jagaan Moyes di musim 2013/14 sinambung saja ditimpakan pada laki-laki Skotlandia itu.

Musim ini, ada satu orang yg berpotensi dilabeli sebutan itu. Sapa dia? Manajer Liverpool, Brendan Rodgers. Alasannya, The Reds saat ini sedang babak belur dalam liga serta pula Liga Champion. Dr seluruhnya 13 pertandingan di dua ajang tersebut, Steven Gerrard telah menderita 7 kekalahan & 2 periode sama mata.

Kinerja tersebut memantul 180 derajat atas pencapaian musim dahulu di mana Liverpool nyaris menjuarai Premier League pra berakhir di status runner-up. Padahal Rodgers menuntaskan upah sejumlah 130 juta pound lebih di perbelanjaan transfer. Duit sejumlah itu berubah rupa pada susunan sembilan pemain trendi Liverpool, dgn 1 di antaranya dipinjamkan balik pada skuad pangkal.

Menuntaskan duit besar & terseok-seok di papan klasemen, Rodgers serta-merta dijadikan benda olok-olok. Karenanya musim silam mulutnya sempat nyinyir berbicara Tottenham Hotspur yg membersihkan lebih dari 100 juta pound namun demikian susah payah mendapatkan tiket ke Europa League.

“Dengan gaji belanja lebih daripada 100 juta pound, satu kru sewajarnya bersaing di jalur perebutan juara, ” demikian pertuturan Rodgers mengenai Spurs momen tersebut. Kata-kata yang masa ini memantul kepadanya.

Minggu kedua saja Liverpool telah menobatkan kegagalan. Akan tetapi tandingan yg dihadapi ketika itu, Manchester City, adalah juara bertahan sekalian diperkuat pemain-pemain mahal, maka itu kekalahan pada Etihad Stadium bisa dimaklumi. Namun begitu Aston Villa, West Ham United & terakhir Newcastle United bisa menghabisi The Reds, makin transparan tampak jika Rodgers menemukan masalah.

Blunder Transfer

Orang dgn mudah menyatukan melorotnya performa Liverpool musim ini dengan penjualan Luis Suarez. Bukan kebetulan pula bila menterengnya prestasi Liverpool musim lalu didominasi oleh aktivitas El Pistolero. Hasil 31 gol tambah sederet assist & kenang-kenangan penalti yang disebabkan sama akselerasinya membantu Liverpool membuat 101 gol musim sebelumnya.

Hengkangnya Suarez di Barcelona berarti Liverpool kekurangan tokoh yang berandil terhadap setidaknya sepertiga gol musim yg lalu. Hanya saja melekatkan melorotnya ketajaman Liverpool musim ini semata-mata pada hilangnya Suarez tentu saja terlalu memudahkan perkara. Persoalannya semakin dr itu

Ya, penjualan Suarez termasuk kehilangan gede buat Liverpool. Namun Suarez membuat kas kesebelasan terisi dana baru sejumlah 70 juta pound yg sanggup digunakan Rodgers dalam memperkuat skuat. Disisipkan penggawa lama serta sekitar pemain muda yang dijual murah, Rodgers memiliki dukungan dana sangat banyak guna borong pemain di perbisnisan transfer.

Di sinilah letak blunder baru Rodgers dalam musim 2014/15. Saat memesan dalam musim panas lalu, Rodgers bertambah menekankan di dalam stok tokoh demi ketajaman tim ketimbang menambal kepergian Suarez. Sungguh mengherankan saat perbelanjaan transfer udah hampir selesai, tidak terdapat satu striker top pun yg didatangkan ke Anfield. Hingga dengan alhasil Mario Balotelli merapat

Taruhan sbobet online – Riwayat & Trivia Piala AFF: Macan yg Mengaum daripada Tenggara

Piala AFF sedianya lahir di masa yang tidak demi menggembirakan. Tak lama setelah kelahirannya, stagnasi ekonomi meluas ke mana-mana, ke segenap negara, dikategorikan Asia Tenggara. Belum lagi guncangan politik yang merebak sejumlah negara, turut mengganggu keterusterangan persaingan sempurna di Asia Tenggara tersebut.test1

Faktanya, gangguan ini tak berpengaruh besar. Piala AFF-lah yg lalu memerankan tonggak berkembang juga meratanya kualitas sepakbola dalam Asia Tenggara.

Jangka pertama kali muncul, Thailand serta Singapura terlihat kuat. Mereka bergantian menarik kondisi puncak. Di awal penyelenggaraannya, terjumpa jurang mutu yg sangat amat lebar antar negara. Kekuatan sepakbola selagi itu tengah ada di tangan Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, & Indonesia. Sementara itu, negeri semacam Filipina serta Brunei Darussalam masih kerap sebagai bulan-bulanan tandingan.

Perlahan negeri2 pada Asia Tenggara mulai mengelola penyesuaian. Terdapat peningkatan kualitas dgn variasi cara, mulai atas naturalisasi pemain hingga penerapan kompetisi berjenjang yang dikelola secara serius. Masa ini, lawan udah memperkirakan Filipina juga Myanmar sebagai calon juara.

Piala AFF digelar dua tahun sekali. Ini yg memproduksi pembinaan di negeri-negeri Asia Tenggara seolah tidak sempat habis. Tahun ini berlatih, tahun depan bertumbuk supaya mimpi dapat buru-buru diraih.

Sepakbola ibarat magnet yg memiliki dampak terhadap unsur dalam luar sepakbola. Sebab itu, menjadi juara di ajang terkenal se-Asia Tenggara berdasar pada otomatis bakal menjadikan citra negara.

Dengan tahap sederajat laga tertinggi, Aliansi Sepakbola Asia Tenggara, AFF, pun memproduksi undang-undang baru. Khusus pada bagian sports sepakbola dalam SEA Games, setiap negara hanya boleh menyertakan pemain dgn usia di kolong 23 tahun. Tatanan ini setanding dengan apa yang diterapkan dalam Olimpiade dan Asian Games.

Tatanan itu memiliki impak bermakna bagi negeri yang sungguh-sungguh melaksanakan pembinaan usia dini. Setiap tokoh muda diuji dalam SEA Games. Peran Sea Games sebagai krusial setaraf ujian mula-mula sekalian ajang merangsangkan pengalaman bertanding pemain muda pada level internasional. Tujuan akhirnya terang aja bermuara di Piala AFF. Hasil tinggi di dalam level ini membuat mimpi tak lagi sepadan ilusi, tapi merealisasikannya sampai benar2 berlangsung.

Soal raihan hasil dan format persaingan, Piala AFF dapat dibagi di dalam dua era. Uniknya, era itu tersedia sangkut pautnya dgn sponsor yg meraup kuasa penerapan identitas resmi persaingan.

Piala AFF lahir di 1996 dgn nama “Piala Tiger” alias “Tiger Cup”. Hal ini gak lain karena sponsor duel ini yaitu penghasil bir bermerek “Tiger” asal Singapura. Detik tersebut, kiblat sepakbola pada Asia Tenggara sedang bergumul pada Thailand dan Singapura. Thailand dikenal punya kekuatan tokoh berbakat, sementara Singapura begitu betul-betul menggalang udara sepakbola.

Negara lainnya seperti Indonesia, sangat berhajat bagi mendekatkan gelar internasionalnya. Pada level senior, tim nasional Indonesia terakhir kesempatan juara di SEA Games 1991 yg dihelat pada Jakarta. Karena SEA Games gak lagi jadi kompetisi tertinggi, oleh karena itu seluruh kesibukan sepakbola terfokus dalam Piala AFF & Piala Asia.

Terdapat satu optimisme saat tersebut ketika PSSI melebur pertandingan Perserikatan serta Galatama di dalam 1994. Peleburan ini mewujudkan kesebelasan – kesebelasan yang berdasar pada konvensional kuat dengan penampilan serta histori, dengan skuad profesional yang tidak dibiayai APBD. Iklim berpengalaman pun mulai berasa pada Liga Indonesia kala tersebut.

Selain tersebut, PSSI memiliki rencana jangka panjang dgn menyebarkan calon muda di luar negeri guna menimba ilmu. Benar-benar, tidak semua sukses, tapi sebagian di antara mereka menjadi kunci timnas Indonesia dalam Piala AFF tahun 2000 serta 2002.

Taruhan online indonesia – Prancis Tundukan Swedia 1-0

Prancis memimpin Swedia dalam pertandingan friendly pada Stade Velodrome. Walaupun itu gara-gara gaya oke kiper Swedia Andreas Isaksson, Prancis harus menunggu hingga menit ke-84 utk memastikan keunggulan 1-0 lewat gol dari Raphael Varane.test1

Menyuguhi Swedia, Rabu (19/11/2014) subuh WIB, Prancis membuat peluang tatkala duel memasuki menit ke-11 dengan perantara operan dr Paul Pogba yg diterima terjangan Layvin Kurzawa, meskipun bola belum akurat ke bahan. Enam menit selepas itu tembakan Pogba pula tetap melangit daripada gawang Swedia.

Prancis memperoleh peluang emas dalam unggul di menit ke-36 begitu Andre-Pierre Gignac melepaskan operan ke haluan Antoine Griezmann dalam ulas sanksi Albania. Walau demikian penyelesaian kesudahan kurang sip atas Griezmann memproduksi kiper Andrea Isaksson masih dapat mengamankan bola.

Dua menit sesudah tersebut Swedia balik sanggup bernafas lega sesudah gempuran Prancis balik tak berhasil gol. Bermula atas umpan silang Dimitri Payet yang gagal diantisipasi Isaksson, bek Emil Krafth kemudian coba mengenyahkan bola meski si kulit bundar sekiranya membidik ke gawagnya sendiri. Beruntung untuk Krafth dan Swedia, arahnya masih belum benar-benar tepat serta masih melebar.

Swedia dan kemudian menciptakan Prancis tersentak empat menit pra turun minum. Lewat aksinya Isaac Kiese Thelin berhasil menepuk bola pada arah gawang Prancis, menciptakan kiper Steve Mandanda mesti mengelola penyelamatan di kolong mistar gawang tuan rumah.

Empat menit di depan putaran kedua Isaksson kembali mengayomi gawang Swedia. Kesempatan ini dari usaha Gignac yg menyampaikan operan atas Dimitri Payet. Isaksson terus-terusan diuji, di antaranya pada menit ke-60 dgn menepis bola tembakan Griezmann setelah itu menolak bola tembakan tokoh pengganti Prancis Moussa Sissoko di menit ke-79.

Akan tetapi gawang Isaksson walhasil jebol pula saat duel menyisakan enam menit di saat normal. Dr satu sepak pojok, kiriman bola Griezmann sukses disambut Raphael Varane pada tiang deket dalam mengalahkan Isaksson yg periode ini harus mengadopsi bola daripada di dalam gawangnya

Semenit sehabis tersebut Prancis menelan kesempatan emas bagi menambah keberhasilan sesudah wasit menuding titik putih efek handball dr Oscar Wendt. Karim Benzema dan lalu maju bagi menjadi algojo… meskipun tengah tidak berhasil menyempurnakan tugasnya setelah mengoper bola mengangkasa daripada target. Gak tersedia lagi gol yang tercipta pada sisa waktu.

Dampak itu menciptakan Prancis udah melaju tak terkalahkan di enam kompetisi berulang-ulang selesai Piala Dunia, di mana empat di antaranya mampu dimenangi–melawan tim-tim unggul diantaranya Spanyol juga Portugal.

Pada pertandingan kesempatan tersebut Les Bleus dicatat ESPN tampak super atas Swedia. Selain handal penguasaan bola 64%-36%, Prancis juga mencatat enam tembakan tepat sasaran dr 28 percobaan, namun Swedia memproduksi lima tembakan saja pada mana cuma dua di antaranya yang menghadap ke sasaran.

Susunan Pemain

Prancis: Pogba, Guilavogui ; Valbuena (Lacazette 68′), Payet (Sissoko 61′), Mandanda; Sagna, Mangala, Varane, Kurzawa (Digne 78′); Griezmann; Gignac (Benzema 68′).

Swedia: Isaksson; Larsson, Kallstrom (Forsberg 46′), Kacaniklic (Forsberg 86′); Krafth, Jansson, Granqvist (Durmaz 46′), Bengtsson (Olsson 46′); Bahoui, Thelin, Zengin (Hrgota 67′).

dewa tangkas – Instinct Hunt: Perayaan Dua Dekade Predator

Telah 20 tahun semenjak pertama kali Adidas memelopori seri Predator; salah satu sepatu yang tampil tonggak penting di teknologi sepatu sepakbola, pun satu yg terpopuler pada jagat lapangan hijau. Adidas mengakhiri petunjuk 2 dekade predator dengan memelopori anak ter-gres: Pemangsa Instinct Hunt.test1

Predator, tak siap dipungkiri, yakni salahsatu titik penting pada kemajuan teknologi sepatu sepakbola. Desainnya benar2 terbilang agak biasa, namun berdasar pada teknologi sepatu itu dapat dibilang sepatu tercanggih saat pertama kali diluncurkan.

Petualangan Predator diawali oleh seorang mantan tokoh Liverpool, Craig Johnston. Setelah purna bakti, Johnston yg menjatuhkan ‘Si Merah’ mengait lima gelar Liga Inggris kembali pada tanah kelahiran orang tuanya, yakni Australia. Di sana, dia menghabiskan saat dalam melatih anak-anak.

Kabarnya di satu bagian kursus, Johnston pernah mohon budak asuhnya buat menendang bola dgn kian baik, lebih teratur, juga tangguh. Tapi anak-anak tersebut kerumitan, lalu berkata di dalam Johnston jika sepatunya teramat licin. Sebabnya tak lain sebab sepatu yang digunakan anak-anak ini terbuat atas kulit plus kriteria momen tersebut sedang hujan.

Tatkala itulah Johnston punya ide dalam mengambil 1 buah bat pingpong, memungut sisi karetnya, & menempelkannya pada sepatunya. Sepatu eksperimennya ini dan kemudian refleks dibawa menongol juga dicoba utk menyepak bola. Hasilnya? Voila! Karet di dalam sepatu membuatnya lebih gampang menyampaikan kesan khusus saat menyepak bola, dan tentu saja sepatunya masa ini bisa bertambah ‘menggigit’ bola.

Dr sepatu prototipenya itulah Johsnton kemudian menyebarkan ide kian jauh, mengombinasikan karet dgn kulit kanguru yg ringan serta fleksibel. Belakangan Johnston juga menempatkan ide lain mengenai teknologi sol Traxion yg sampai waktu ini dikenakan Adidas.

Walau demikian, sepatu prototipe Johnston awalnya gak diterima oleh sekitar industri menyerupai Nike dan Reebok, apalagi Adidas seorang diri. Namun,, sehabis berhasil merekam Franz Beckenbauer, Karl-Heinz Rummenigge, & Paul Breitner memakai sepatunya di dalam kondisi salju, Johnston berjaya meyakinkan Adidas untuk membeli hak rancangan prototipe ini serta memiliki 2% dr semua penjualan. Disebut-sebut butuh tempo sampai lima tahun dalam meyakinkan kalau idenya bakal berhasil.

Mulai tatkala itu, sepatu prototipe Johnston meloncat menjadi Predator & sebagai sesi dari histori sepakbola. Predator pun langsung berevolusi dgn bermacam-macam pengembangan yang dijalani oleh Adidas. Tersimpan setidaknya tersedia 14 seri predator yang lahir selanjutnya.

Menyusul sukses kelahiran si ‘kakak sulung’, Predator Rapier lahir pada 1995. Adidas menata kembali susunan karet dalam sepatu juga lebih besar membuat kulit kanguru demi kepuasan. Tahun berikutnya lahirlah Predator Touch. Kemudian berturut-turut Predator Accelerator (1998), Predator Presicion (2000), Predator Mania (2002), Predator Pulse (2004), Predator Absolute (2006), Predator PowerSwerve (2007), Predator X (2009), Predator RX (2010), Adipower Predator (2011), Predator LZ (2012), & yg terakhir adalah seri Predator Instinct (2014)

bola tangkas 88 – Belanda Cukur Latvia Enam Gol Tanpa Balas

Belanda memetik 3 angka untuk kubu keempatnya dalam kualfikasi Piala Eropa 2016. Menyuguhkan Latvia, Belanda bersenang-senang setengah lusin gol dengan kemenangan telak 6-0.test1

Pada Amsterdam Arena, Senin (17/11/2014) subuh WIB, Robin van Persie memelopori perayaan gol Belanda kepada Latvia dalam menit ke-6. Arjen Robben menambah keunggulan tuan rumah di menit ke-35, sebelum Klaas-Jan Huntelaar menciptakan Oranje mencengkeram paruh waktu dgn penguasaan 3-0.

Dalam babak kedua, tepatnya menit ke-78, Jeffrey Bruma menaikkan keberhasilan Belanda. Robben, yang tampak impresif sepanjang kompetisi, dan lalu menggelar gol keduanya di menit ke-82, sebelum Huntelaar menutup perjamuan gol Belanda 2 menit menjelang berakhirnya waktu normal.

Perolehan tersebut menggulung jajaran 2 kegagalan beruntun Belanda yg pra ini kalah 0-2 atas Islandia di partai kualifikasi serta lalu kemudian 2-3 dr Meksiko di dalam partai friendly.

Impak itu memproduksi Belanda masa ini mengoleksi enam nilai dari 4 pertandingan, guna duduk di posisi tiga klasemen Grup A pada kolong Republik Ceko oleh Islandia yang sama-sama punya 9 poin serta baru tiga kali bermain–keduanya juga bakal bertembung dinihari ini.

Sementara Latvia tersangkut di posisi 4 dengan rengkuhan dua skor perolehan dr 2 kesempatan seri & 2 kali kalah.

Robin van Persie sinambung memproduksi Belanda unggul tempo pertentangan baru lari enam menit. Satu sodoran umpan silang dari Arjen Robben dgn jitu disambut tandukan Van Persie ke panduan tiang jauh.

Enam menit setelah itu Robben kembali meneror kelompok puri Latvia. Ia berhasil menelan celah dan menembak, sekalipun bola belum tertuju ke sisi incaran.

Jual beli Latvia menyahut belum membuahkan perolehan. Operan atas Aleksandrs Fertovs betul-betul siap diteruskan Valerijs Sabala dengan sundulan, walaupun haluan si kulit bundar sedang menyimpang dr gawang Belanda.

Gol kedua di perjuangan setelah itu lahir dalam menit ke-35, kembali buat belanda, & dari kombinasi yg serupa ibarat gol sebelumnya kendati dgn peran yang tidak sama. Robben menguasai bola di kanan dan setelah itu bekerja serupa satu-dua dgn Van Persie sebelum melepaskan sepakan jitu yang gak kuasa dihalau kiper Aleksandrs Kolinko.

Sebelum tempo diturunkan minum Belanda balik menambah keunggulannya kepada Latvia. Daripada sisi kiri Ibrahim Afellay mengirim bola ke depan gawang, bagi disambut Klaas-Jan Huntelaar dgn sontekan saksama walau ada di pangkal binaan pemain lawan.

Keunggulan Belanda terkini kembali menonjol saat pertarungan menganeksasi menit ke-78. Van Persie balik berkontribusi kesempatan ini dgn menyampaikan sepak pojok Wesley Sneijder guna setelah itu disambar Jeffrey Bruma guna menghasilkan gol keempat Belanda.

Delapan menit saat bubaran, Georginio Wijnaldum yg baru beberapa menit menyerap mengoper Van Persie mengeloskan bola ke haluan Robben yg kemudian sekali lagi memampangkan kiprah individunya sebelum memaksa kiper Kolinko menjadikan bola dr untuk gawangnya dalam kali kelima di laga.